Jumat, 13 September 2019 ruang Balai Samudera di kawasan MOI Kelapa Gading tiba-tiba saja gempar. Bukan oleh gempa bumi tetapi oleh gegap gempita sambutan 1000an massa dalam ruangan yang penuh semangat menyambut program dan reward  MeMiles.

Apa sih MeMiles?Aku sendiripun  memang baru dengar dan baru ikut hadir di situ diseret seorang  teman. Tadinya aku apatis dan skeptis sekali dan hanya datang untuk tambah pengetahuan saja. Tapi ketika menyimak pemaparan tokoh MeMiles F. Suhanda tentang konsep dan pelaksanaan programnya yang snagst masuk akal dana berbasis google ads, di situ aku melihat peluang yang sangat nyata. Ini bukan tentang jual produk yang harganya menjadi berkali lipat ketika tiba di pembeli, tetapi justeru MEMBELI dan MENDAPATKAN produk impian kita yang mungkin selama ini cuma sebatas mimpi dan obsesi, tetapi dengan MeMiles menjadi  terjangkau dengan sangat nyata. Kebayang gak sih membeli Fortuner hanya dengan Rp 7 juta saja? Sounds impossible but definitely truly real!

Yuk simak wawancaraku dengan Tokoh MeMIles F. Suhanda yang selama ini telah menjadi motivator di berbagi agensi dan kini hanya fokus menggerakkan MeMiles demi tujuannya mensejahterakaan seluruh rakyat Indonesia.

Bagaimana sebenarnya awal berdirinya MeMiles?
Kami, saya  dengan management diskusi  tentang program yang bagus. Kami bukan untuk mencari uang. Kami bukan untuk mencari kekayaan, popularitas dan sebagainya. Tujuang kami adalah supaya seluruh bangsa Indonesia punya mobil, punya rumah, punya tanah sehingga ketika kamu melakukan tindakan, tidak keluar dari misi-misi kami ini. Kami ingin  melakukan suatu terobosan agar masyarakat Indonesia khususnya menengah ke bawah bisa menggapai harapan dan impiannya. Karena selama ini banyak piihak dan juga para parpol yang bicara tentang  mengentaskan kemiskinan tetapi langkah-langkah mereka  terhenti begitu saja.

Kami tak ingin terhenti dan tak kami tak ingin dipublikasikan berlebihan tetapi kami telah melaksanakan visi dan misi kami dan sejauh ini kami sudah memberikan rumah, mobil, motor kepada orang-orang  yang tak mampu. Bahkn sekarang ini rumah subsidi, apartemen subsidi daan mobil-mobil subsidi, semua yang mereka inginkan, sudah kita berikan. Bahkan juga tanah-tanah yang mereka yang tersita yang ingi mereka ambil kembli, bisa mereka miliki hanya dengan top up-top up  kecil. Hanya dengan pembayaran kecil contoh  dua juta, mereka bisa dapatkan tanah atau rumah seharga satu milyar. Bukankah itu suatu hal yang sangat luar biasa? Dan mereka hanya menunggu sekitar tiga hingga empat bulan ke depan. Nah potensi-potensi  leadeara dan marketing kita kerahkan supaya seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati program ini secara merata.


Dan program ini tidak mengenal error ya?

Kita bukan judi, bukan money game, bukan MLM. Setiap yang top up pasti mendapatkan hanya tinggal menunggu waktu untuk mendapatkannya. Dan waktu itupun telah kita tetapkan. Kalaupun toh semakin banyaknya member, paling mundur sedikit tetapi pasti dapat. Dan sampai sejauh ini, kita sudah 200.000 member dan tidak satupun  yang tidak dapat. Semua yang kita janjikan sudah kita tepati. Hari ini pun seperti yang Bapak Ibu lihat, ratusan mobil, ribuan motor dan ribuan handphone.

Batas tercepat penantian berapa lama?
Kita sudah melakukan terobosan  dua bulan. Paling cepat dua bulan. Tetapi kisaran tiga empat bulan mereka pasti dapat.

Jadi, siapa sebenarnya yang bisa disebut Penggagas di sini?
Kalau Penggagas di sini ide brilyannya adalah management kami, Pak Sanjay dan Pak Acun. Saya Cuma sebagai Pelaksana. Kami selalu melakukan apa yang diperintahkan oleh Management dan kami  menerapknnya. Tetapi gagasan memang Pak Sanjay dan Pak Acun. Ini luar biasa beliau ‘kan? Saya sampai menangis ketika mereka menceritakan visi misinya. Di lima tahun ke depan kita ingin bangsa Indonesia tidak ada yang miskin. Semua bangsa Indonesia harus punya mobil, punya rumah, punya tanah, punya motor secara gratis karena hanya dengan sejuta dua juta, itu seolah gratis.

MeMiles ini aplikasi murni  Indonesia punya  ya?
MeMiles ini ide dan gagasan  dari  putra bangsa Indonesia, dikerahkan untuk bangsa Indonesia dan diutamakan untuk bangsa Indonesia.
Kapan itu mulai berdiri secara resmi?
Gagasannya satu setengah tahun lalu tetapi kita baru berjalan empat bulan kemarin. Tetapi dalam empat bulan ini, sudah banyak yang kita dapat.  Salah satunya  kita telah menduduki  Peringkat Ke-8  di antara sekian dalam  Google Play. Ini adalah satu hal yang sangat luar biasa dan pantas diacungi jempol karena predikat-predikat ini tidak mudah didapatkan tetapi kita mendapatkannya hanya dalam waktu empat bulan saja. Bahkan di semua aplikakasi kita telah menduduki  Peringkat Ke-6  di antara semua aplikasi di Indonesia.

Biasanya gagasan brilyan sekalipun pada awalnya selalu ada tentangan dan tantangan. Bagaimana kendala MeMiles di awal?
Kendala awal selalu ada. Terutama  sistem aplikasi. Bisa lemot, bisa sedikit kemunduran  kemudian antara aplikasi dengan sistem finance tidak sinkron, itu ada. Tetapi perlahan dan pasti kita terus perbaiki dan semakin ke sini semakin baik, semakin baik dan semakin baik.

Awal sekali untuk menjadi member itu berapa prosen?
Pertama sekali untuk menjadi member perlu saya tegaskan di sini tidak ada pembayaran. Ini  gratis. Download aplikasi juga gratis. Tidak ada pembayaran apapun tidak ada tupo — tutup poin, tidak perlu bayar kiri kanan, tidak perlu bawa produk. Cukup kalo mereka  mau motor, mereka ambil. Nah, di awal-awal, harga motor hanya 300 ribu. Mereka mau mendapatkan motor Kawasaki  Ninja hanya 300 ribu. Mereka mau mendapatkan motor CDR hanya dengan 300 ribu. Kemudian mereka yang mau mendapatkan mobil Agya, hanya dengan 5 juta rupiah. Dan mereka yang mau mendapatkan mobil Avanza hanya 5 juta rupiah bahkan mobil-mobil mewah seperti Fortuner dan Pajero, mereka bisa dapatkan hanya cukup dengan  7 juta rupiah saja. Dan itu pasti mereka dapatkan. Bahkan sudah banyak yang dapat Avanza, Agya, Fortuner dan sebagainya.

Jadi, bisa dikatakan ini buat all segments ya?
Ya. All segments but… kita lebih fokus pada menengah ke bawah. All kita bantu dan support untuk menjadi kaya  tetapi masih banyak menengah ke bawah butuh bantuan support  secara jelas secara nyata bukan cuma sekedar  teori . Dan kebetulan saya  suka dengan misi sosial. Saya sebagai Motivator ingin seluruh bangsa Indonesia tahu bahwa ada orang yang memikirkan menengah ke bawah. Ada orang yang masih berpikir untuk mereka. Ada orang yang berdiri di samping saat mereka menangis. Ada orang yang ada berdiri di samping saat rumahnya direbut saat tanahnya direbut. Saya F. Suhanda siap untuk membantu mewujudkan mimpi anda semua.

Bagaimana relasi isunya dengan OJK?
Kita ini perusahaan aplikasi dan OJK itu Otoritas Jasa Keuangan. Artinya perusahaan-perusahaan yang bermain dengan uang dan  memainkan uang, menitipkan uang di saham-saham atau objek-objek tertentu maka mereka butuh OJK. Kita mendaftarkan diri pula tetapi pihak OJK menilai bahwa ini perusahaan aplikasi. Sama seperti saya katakan bahwa Gojek dan OVO itu perusahaan aplikasi, jadi mereka tak butuh OJK. Kalau toh pemerintah mengharuskan kita sinergi dengan OJK, kita akan turut 100% bahkan 1000% dengan aturan pemerintah. (faa)

Sumber berita :

www.kompasina.com